Bisnis ini tertata rapi,bisnis ini legal karena itu banyak peraturan yang terjalin antara menagement hotel dengan pihak berwajib. Beberapa yang saya ketahui, gadis 17-20thn adalah anak dibawah umur, tidak bisa dipekerjaan untuk melayani tamu yang menginginkan layanan sexual. Jadi saya disodori kertas berisi kontrak yang isinya biasa saja seperti ;
dilarang membuat keributan dengan tamu,dilarang membuat hal yang tidak senonoh didalam room's karoke,tidak boleh mengecewakan tamu, tidak boleh ini dan itu . . Saya berjalan dilorong yang suram menuju ruang ganti,banyak gadis-gadis dengan pakian minim menatap tajam kearah saya selama berjalan dilorong itu, tak apa saya ingin mencari gadis itu,gadis yang dulu berbincang dengan saya ketika pertama kali saya kesini,apakah dia masih mengingat saya?? Ya sedikit lagi, lewati satu pintu lagi lalu belok kanan, nah ketemu,, tepat didepan saya ada ruangan bertuliskan 'ruang ganti'. Saya mengetuk pintu,dari dalam terdengar suara laki-laki tapi dengan nada manja (bencong) 'masuk aja kali, pake ngetuk segala'. Lalu saya membuka pintu itu daaaaannnn TEEERRRKEJUT dengan isi ruangan itu,,,,,,, Isinya sekitar 15orang perempuan setengah telanjang(sedang berganti pakian),sedang nyatok lurusin rambut,sedang nyatok ngeritingin rambut,saling mendandani,ada yang makan,ada yang bercanda,ada yang menangis,ada yang merokok,ada yang minum minuman keras,ada yang sedang merapikan isi tas dan memasukan kondom kedalam tasnya,ada beberapa banci yang membantu perempuan-perempuan berdandan,ada apa lagi ya,,,, saya lupa,,,,, 'ooohhh,anak baru toh! Manisnya,sini sayang,sapa namanya?nama samaran aja,disini g boleh pake nama asli,anak mami sapa?' seorang banci mendekati saya dengan mengatakan kalimat diatas. 'hy juga kak, gue Cleo(terinspirasi dari Cleopatra,,, he he) anaknya mami Rina' jawab saya. 'gue Ardy. Sini saya ajarin cara absent,ingat ya setiap kali masuk kerja minimal harus 5jam terserah mau masuk kapan aja g masalah tapi hari jumat n sabtu wajib masuk karena tamu banyak,kalau 2 hari itu g masuk, apapun alasannya, kamu harus bayar 100Rb kesini,ngerti say?' lanjut bencong tadi. 'iya gue paham kak,tadi dah diterangin sama manager' jawab saya lagi. 'hy semua, kenalkan ini anak baru,anaknya mami rina,namanya Cleo. Ayo bilang hy sama Cleo' bencong ini memperkernalkan saya kepada semua isi ruang ganti itu,dan semua menjawab dengan senyuman 'hyyy Cleo'. Lalu ada yang memanggil 'Cleo,sini dandan yuk' . Ada juga yang bertanya seperti ini 'udah makan malam blum? ini gue bawa banyak makanan makan bareng yuk','sebelumnya pernah kerja malam kayak gini g?','kos dimana?','umur berapa?'. Ya intinya banyak yang menyambut dengan ramah,berbeda dengan kesan pertama ketika saya baru memasuki ruangan,semua menatap dengan tajam tanpa senyuman dan tetap asyik dengan aktifitas mereka masing-masing. Seakan semua berubah ketika mereka tahu kalau saya bukan orang lain,saya adalah bagian dari mereka. Semua ini berbeda dengan image yang sering digambarkan dalam film atau sinetron; gadis kupu-kupu malam sering bertengkar,sering mencaci maki,sering cakar-cakaran,sering jambak-jambakan,ya pokoknya semua yang buruk-buruk. Ternyata tidak demikian,mereka saling menghargai,karena prisip mereka "siapa lagi yang akan menghargai kami,kalau bukan diri kami dan sesamama pekerja malam?"Sambil berdandan ada beberapa orang yang dikenalkan kepada saya yang ternyata adalah germo-germo juga,dihotel ini ada 4 germo perempuan termasuk mami Rina dan 1 germo laki-laki. Maksud saya diperkenalkan kepada mereka adalah agar saya juga tahu lebih detail dengan peraturan pembagian tamu di hotel ini. Jadi contohnya seperti ini,tamu dari mami Rina hanya akan dilayani oleh anak-anak mami Rina, tetapi jika ada tamu dari germo lain yang tertarik kepada salah satu anak mami Rina,maka anak tersebut baru bisa melayani tamu atas seizin mami Rina,setelah diizinkan maka germo lain yang memiliki tamu tadi bisa membawa anak mami Rina tersebut untuk melayani tamunya.
Setelah berkenalan dengan germo-germo itu,tiba-tiba salah satunya berteriak 'Ayo,anak-anak,,,, cepaattt,mami tunggu diluar,5menit lagi contes, yang terlambat,mami tinggal' lalau beberapa dari mereka menjawab 'okey mam','siiippp mami','gue dah siap mam', 'sabar mam' and bla bla...melihat tampang saya yang kebingungan dengan percakapan itu,seorang dari mereka yang duduk disamping saya mencoba membuat saya mengerti 'kalau ada teriakan kontes,berarti kita akan diperkealkan sama tamu,kalau yang teriak itu mami Eka(samaran) maka yang boleh ikut kontes hanya anak-anak mami Eka. Nah kalau maminya bilang "contes 3D",maka yang boleh ikut hanya anak-anak yang bisa 3D aja say,bisa 3d g say?' 3D atau 3 dimensi yang maksudnya adalah istilah bagi mereka yang bisa melayani: nyanyi,minum(alkohol) dan sex. Lalu saya menjawab 'G kak,gue g 3D, cuma iseng aja disini,karena bosan dikosan, pulang kerja saya sering g ngapa-ngapa dikos'.
'oh km kerja siang juga? kerja dimana?' percakanpun dimulai dengan gadis cantik dengan body seperti Victoria Becam ini.
TIARA(samaran) adalah nama yang dia pilih untuk pekerjaan ini. Dia berdarah Menado asli,23thn,sudah setahun lebih di bisnis ini,melayani 3D,berawal dari ayahnya yang berselingkuh dengan teman kuliahnya,lalu ibunya membalas berselingkuh dan dia terbengkalai,mencoba mencari perhatian orang tua dengan pacaran sana-sini, hamil diluar nikah,aborsi,stress, tetapi tetap tidak mendapatkan apa yang dia inginkan malah orang tuanya bercerai lalu dia kabur ke Jakarta hanya dengan ijasah SMA karena kuliah berantakan plus perasaan tidak berharga. Akhirnya dia memutuskan untuk melakoni pekerjaan ini. Ya i can see the pain in her eyes, she lost inside. Saya menemukan jawaban pertama dari pertanyaan yang selalu menghantui saya 'mengapa mereka mau menjual diri?' jawaban yang temukan dari Tiara adalah 'broken home'. Sampai saat inipun dia masih berharap orang tuanya mencari keberadaannya. Saya sedih,dalam hati saya berjanji tidak akan memandang sebelah mata lagi kepada gadis-gadis seperti ini. Setiap tindakan pasti ada alasannya,ya pasti. apapun alasannya, itu adalah pilihan dan kita tidak berhak menghakimi pilihan itu karena semua orang bisa salah memilih, biarkan Tuhan saja yang menghakimi.
KIKI(samaran) paling ceria dan bersemangat, ternyata dia yang paling muda diantara kami. 17tahun,berasal dari Cirebon,tidak lulus SMP,anak satu-satunya,tidak mempunyai ayah(hasil hamil diluar nikah),ibunya hanya penjahit biasa yang sangat tidak terkenal. So,for her this way like the best economical prospect! Ya ini adalah salah satu pekerjaan yang mudah dikerjakan dan menghasilkan uang banyak. Mengapa tidak? Misalnya dia dibukking 5 jam aja perhari,silakan anda kalkulasikan sendiri 3rtsRbX30hari, 9Jt rupiah boooooo!!! Nominal yang tidak sedikit. Sudah bergabung dengan karoken ini kurang lebih 3bulan, dia perawan ting-ting yang masih polos,bisa terdampar disini karena salah satu germo dihotel ini adalah tetangganya di Cirebon. Sekarang dia menggenggam 2 BB Torch,tas dengan merk Guci,sepatu Luis Vitton dan dress Hammer dibeli dari butik resmi merk-merk ini yang hanya bisa ditemukan di beberapa mall besar seperti Grant Indonesia Shoping Town dan Plaza Indonesia dengan harga jutaan rupiah.So,what do you think? nice story for her? i don't know! mungkin untuk saat ini,ceritanya sangat manis. Tetapi siapa yang tahu kedepannya? Apakah ini hanya sebagai batu loncatan untuk mengumpulkan uang dan kemudian dia akan mengundurkan diri untuk membangun usaha sendiri atau dia malah jatuh cinta dengan pekerjaan ini dan selamanya akan disini? Entahlah... Yang pasti saya menemukan alasan kedua 'desakan ekonomi'. Alasan ini yang paling mendominasi keberadaan perempuan-perempuan disini.
AISYA(samaran),Gadis dengan sinar wajah damai karena tatapannya yang sayup,bertubuh mungil,rambut lurus panjang sepinggang sangat manis dengan dandannya yang selalu tampil mengenakan dress tanpa lengan pas di tubuh dari dada-pinggang dan rok yang mengembang 10cm diatas lutut. Saya tidak begitu mengenalnya, karena dia jarang masuk dan sangat pendiam. Saya sengaja memasukan namanya dalam cerita ini karena dari kisahnya saya bisa menggambarkan apa saja yang terjadi dengan mereka yang melayani tamu-tamu 3D.
Dalam kurun waktu sebulan saya bekerja di Keroken ini, saya hanya bertemu dengannya sekitar 8 kali, sepertinya dia memang hanya masuk setiap hari jumat dan sabtu alias malam sabtu dan malam minggu,hari dimana tamu membeludak dan para germo kewalahan karena total kami yang bekerja disitu hanya 27orang, total semuanya baik yang 3D maupun yang biasa. Sedangkan hotel itu memiliki 50 rooms. Biasanya pada 2hari ini roomsnya penuh sampai-sampai ada tamu yang membawa gadis bukingan mereka keluar (bayarannya lebih mahal). Kalau semua gadis sudah dibukking biasanya para tamu yang tidak kebagian,mengomel tanpa kejelasan dan memaki-maki managemen Hotel dengan ancaman seperti ini "saya tidak akan kesini lagi,mending saya keHotel lain tadi,sangat tidak memuaskan,,,,,,,,,,,,,,,,,,",kalau sudah begini para germo mulai meminta suplay gadis dari hotel-hotel dekat area itu yang juga satu managemen dengan Hotel GP ini. diantaranya berinisial O terletak di Mangga Besar Lokasari dan yang satu berinisial S di daerah Glodok,sepertinya masih ada lagi tetapi hanya itu yang saya tahu. Hotel GP ini hanya salah satu cabang saja dari induknya yang berada di Hongkong dengan nama yang sama 'GP',hampir disemua negara Asia tenggara GP membuka cabang. Dari mana saya tahu? Dari internet...... Ya GP cukup terkenal jadi maklumlah kalau dapat dengan mudah ditemukan diYahoo/Gool.
Okey balik ke Aisya. Dari 8kali pertemuan dengan gadis ini, sekitar 5kali saya melihat dia keluar dengan menangis tersedu-seduh dari ruangan karokean. Ruang ganti adalah tempat peristirahatan kami setelah melayani tamu, kami sering berkumpul disini and sharing about ourself together. Hari ini jam 6sore tadi saya sudah mendapat tamu,tamu yang baik hati dia mengizinkan saya untuk pulang sebelum waktunya. (peraturan kesekian yang saya tanda tangani waktu awal masuk "tidak boleh meninggalkan tamu tanpa seizin tamu jika tidak akan di cass seharga bukingan". Dibuking 5jam maka harus mengganti seharga itu, 5jam berati 3rtsRb) Jadi jam 8malam saya sudah kembali keruang ganti untuk bertukar pakian,melepas high heel,menghapus make up,dan menggulung rambut keatas (agar terlihat seperti biasa lagi) ternyata ada kejadian menakjupkan. Aisya sedang terisak-isak sambil dihibur gadis lainnya. Saya mendekati Deny(samaran,salah satu penata rias) memintanya membersihkan make up saya dan kemudian saya bertanya pedanya " k'Aisya kenapa? dia sering menangis ya?". " iya say, dia sering jadi sasaran pria-pria yang punya kelainan seksual apa itu namanya,itu lho yang suka menyiksa pasangannya saat berhubungan badan" Deny menjawab sambil berbisik,takut kedengaran Aisya. Saya hanya menjawab "oh,kasian ya","iyaaa,kasian bangat,dia mah sering bangat dapat tamu seperti itu,g tahu kenapa! padahal tamu-tamunya g saling kenal lho,kalau saling kenal kan bisa dapat rekomendasi dari teman-teman mereka yang sebelumnya dah pernah mencicipi Aisya ya? ini mah g ada yang saling kenal" Deny menanggapi reaksi singkat saya. "kalau udah gitu,apa yang dilakukan Hotel untuk K'Aisya?" saya bertanya lagi. "kan ada tunjangan kesehatannya neng! lo g dikasih tahu waktu awal masuk?" jawab Deny. "iya tahu kak,tapi inikan g ada hubungannya dengan kesehatan? okeylah ada sedikit memar ditubuhnya bekas digemasin ato apa, tapi yang lebih pas dalam hal ini kan kejiwaannya. Apa hotel diam aja sama tamunya? Apa tamunya g dikasih peraturan seperti: dilarang menyiksa para pemandu keroke..? katanya dilarang membuat hal-hal yang tidak senonoh dalam rooms karoke ternyata malah sampai seperti ini. g konsisten" (maklum,terbiasa berdebat jadi reaksi saya seperti ini). Si Deny menjawab dengan jawaban selengkap-lengkapnya(menurut dirinya, buat saya itu sama sekali bukan jawaban tapi alasan)," itu mah cuma basa-basi neng, kenyataannya Hotel ini merauk untung lebih besar dari bisnis dunia malamnya, dan itu karena tamu yang berani membayar mahal. Karena itu tamu adalah segala-galanya. Liat aja bagaimana cara waitress melayani tamu dan bagaimana kalian dijarkan untuk memberikan pelayanan terbaik pada tamu,makanya kalu kalian mengecewakan tamu kalian harus mengganti kerugian hotel sesuai harga kerugiannya neng. Ya habis mau gimana lagi, inilah dunia malam"
Saya pulang dengan hati miris,inilah kenyataan. Berani terjun dalam bisnis haram seperti ini berarti berani menerima resikonya kan? Saya penasaran dengan Aisya yang selalu di gemari pria-pria aneh seperti yang dikatakan Deny. Jadi keesokan harinya, saat sedang nyantai dikantor saya cari tahu jawabannya di internet. Dan inilah jawabannya,SADOMASOKISME adalah nama kelainan seksual tersebut. Penderita tidak menikmati kenikmatan dari berhubungan kelamin tetapi yang dinikmatinya adalah ekspresi sesakitan dari pasangannya (gerakan perlawanan seadanya,ringisan dan airmata) dari sinilah letak kenikmatan untuknya. Orang dengan kelainan ini sama dengan orang-orang normal pada umumnya yang mempunyai insting untuk menemukan pasangan (kriteria). Gadis dengan wajah polos dan mata yang sayup sangat membangkitkan insting mereka, karena gadis dengan bentuk wajah seperti ini biasanya adalah tipe yang pasrah pada pasangannya, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun diatas ranjang. Jadi pahamlah saya sekarng mengapa Aisya selalu menjadi korban.
MACAN(samaran)adalah diva di Hotel ini. Dia sering di cari para tamu,sering dibukking untuk dibawa pulang berhari-hari,pendapatannyalah yang menduduki peringkat teratas dari perempuan-perempuan lainya. Saya jadi berpikir apakah karena nama samarannya yang sanger ya? ha ha ha .... Tentu bukan itu saja,bodynya seperti Beyonce,bulu mata palsunya sangat menggoda,dadanya sering hanya tertutup setengah,bokongnya juga demikian sampai-sampai 'CD'nya terlihat dengan jelas,iya kalau pake 'CD' kadang,,, ya tahulah apa maksud saya....
bersambung........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar